Site icon BeritaViva24

Adenoiditis, Peradangan Adenoid yang Sering Menyerang Anak

Adenoiditis

Adenoiditis, Peradangan Adenoid yang Sering Menyerang Anak

Adenoiditis Kondisi Peradangan Pada Adenoid, Yaitu Jaringan Limfoid Terletak Di Bagian Belakang Rongga Hidung, Di Atas Langit-Langit Mulut. Adenoid merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan berperan penting dalam membantu melawan infeksi, terutama pada masa kanak-kanak. Namun, ketika jaringan ini mengalami infeksi berulang atau peradangan berkepanjangan, dapat timbul berbagai gangguan kesehatan yang di kenal sebagai Adenoiditis.

Adenoid bekerja sebagai “penyaring” kuman yang masuk melalui hidung. Jaringan ini membantu tubuh mengenali dan melawan bakteri serta virus, khususnya pada anak usia dini. Seiring bertambahnya usia, fungsi adenoid akan menurun dan ukurannya menyusut secara alami, biasanya mulai mengecil saat anak memasuki usia remaja. Karena itulah, Adenoiditis lebih sering terjadi pada anak-anak di bandingkan orang dewasa.

Penyebab Kondisi Ini

Kondisi ini umumnya di sebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Beberapa kondisi yang dapat memicu Kondisi ini antara lain infeksi saluran pernapasan atas yang berulang, flu yang tidak tuntas, radang amandel (tonsilitis), serta paparan alergen atau polusi udara. Dalam beberapa kasus, pembesaran adenoid yang kronis dapat menjadi sarang bakteri, sehingga peradangan terus berulang meski infeksi awal telah sembuh.

Gejala Adenoiditis

Gejala adenoiditis bisa bervariasi, tergantung tingkat keparahan peradangan. Salah satu tanda paling umum adalah hidung tersumbat kronis yang membuat penderita sulit bernapas melalui hidung. Akibatnya, anak sering bernapas melalui mulut, terutama saat tidur. Selain itu, Kondisi ini juga dapat menimbulkan dengkuran, suara sengau, bau mulut, serta pilek berkepanjangan.

Pada kondisi yang lebih berat, Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi telinga tengah (otitis media), gangguan pendengaran sementara, hingga nyeri telinga. Anak juga bisa mengalami gangguan tidur, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan prestasi belajar menurun akibat kualitas tidur yang buruk.

Dampak Adenoiditis Jika Tidak Di tangani

Adenoiditis yang di biarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang. Salah satunya adalah gangguan pertumbuhan wajah dan gigi akibat kebiasaan bernapas melalui mulut. Selain itu, infeksi telinga berulang berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Pada beberapa anak, adenoiditis kronis juga dapat memperburuk asma atau alergi yang sudah ada.

Diagnosis Adenoiditis

Diagnosis Kondisi ini biasanya di lakukan oleh dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan). Pemeriksaan dapat meliputi wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti rontgen, endoskopi hidung, atau tes pendengaran jika dicurigai adanya komplikasi pada telinga. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai ukuran adenoid dan tingkat peradangannya.

Pengobatan Adenoiditis

Penanganan Kondisi ini tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan hingga sedang, dokter biasanya meresepkan obat-obatan seperti antibiotik (jika di sebabkan bakteri), antihistamin, dekongestan, atau semprotan hidung kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.

Namun, jika Kondisi ini bersifat kronis, sering kambuh, atau sudah menimbulkan komplikasi, tindakan operasi pengangkatan adenoid (adenoidektomi) dapat menjadi pilihan. Prosedur ini relatif aman dan sering di lakukan pada anak-anak dengan hasil yang baik, terutama dalam memperbaiki kualitas napas dan tidur.

Pencegahan Kondisi ini

Beberapa langkah pencegahan dapat di lakukan untuk menurunkan risiko adenoiditis, seperti menjaga kebersihan tangan, menghindari paparan asap rokok dan polusi, serta memastikan anak mendapatkan nutrisi dan istirahat yang cukup. Mengobati infeksi saluran pernapasan sejak dini juga penting agar tidak berkembang menjadi peradangan adenoid yang kronis.

Adenoiditis merupakan masalah kesehatan yang cukup umum pada anak-anak dan dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak di tangani dengan baik. Mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan pengobatan yang sesuai dan pola hidup sehat, Kondisi ini dapat di kendalikan, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Exit mobile version