Site icon BeritaViva24

Penyakit Skoliosis Dan Olahraga Yang Di Anjurkan

Penyakit Skoliosis Dan Olahraga Yang Di Anjurkan

Penyakit Skoliosis Dan Olahraga Yang Di Anjurkan

Penyakit Skoliosis Adalah Kondisi Medis Yang Di Tandai Dengan Kelengkungan Tulang Belakang Ke Arah Samping Secara Tidak Normal. Nah posisi tulang belakang dengan kondisi ini biasanya ada yang berbentuk “S” atau “C”. Kelainan ini juga dapat terjadi pada siapa saja dan yang paling sering muncul saat masa pertumbuhan terutama menjelang masa pubertas. Skoliosis sendiri bisa bersifat ringan hingga berat tergantung pada tingkat kelengkungannya. Nah dalam kasus ringan Penyakit Skoliosis mungkin tidak akan menimbulkan gejala yang mencolok. Namun jika pada kasus yang lebih parah dapat menyebabkan rasa sakit dan gangguan postur tubuh. Bahkan parahnya akan kesulitan bernapas karena tekanan pada paru-paru dan organ lain.

Lalu untuk penyebabnya juga bisa berbeda-beda dan nantinya akan di bahas lebih lanjut. Secara singkatnya ada skoliosis idiopatik yaitu skoliosis yang tidak di ketahui penyebab pastinya dan paling sering terjadi terutama pada anak-anak dan remaja. Selain itu skoliosis juga bisa di sebabkan oleh kelainan bawaan (skoliosis kongenital), gangguan neuromuskular serta cedera tulang belakang. Faktor keturunan pun juga di yakini turut mempengaruhi risiko seseorang mengalami skoliosis. Nah gejala umum nya bisa meliputi bahu yang tidak sejajar, pinggang miring atau satu sisi tulang belikat yang lebih menonjol.

Kemudian untuk penanganannya juga tergantung pada tingkat keparahan dan usia pasien. Untuk skoliosis ringan biasanya cukup dengan pemantauan rutin dan terapi fisik untuk memperkuat otot-otot penyangga tulang belakang. Namun pada kasus yang lebih berat bisa di atasi dengan penggunaan penyangga tubuh atau biasa di sebut brace. Bahkan operasi tulang belakang juga mungkin di perlukan untuk mencegah kelengkungan bertambah parah. Karena itulah deteksi dini sangat penting dalam pengelolaan skoliosis apalagi semakin cepat di tangani memungkinkan untuk menghindari komplikasi jangka panjang akan lebih besar.

Penyebab Penyakit Skoliosis

Selanjutnya seperti penjelasan singkat sebelumnya bahwa penyakit skoliosis memiliki beberapa penyebab yang berbeda tergantung pada jenisnya. Nah Penyebab Penyakit Skoliosis yang paling umum adalah skoliosis idiopatik yaitu skoliosis yang tidak di ketahui penyebab pastinya. Jenis ini menyumbang sekitar 80% dari seluruh kasus skoliosis terutama terjadi pada anak-anak dan remaja saat masa pertumbuhan pesat menjelang pubertas. Meski penyebab pastinya belum di ketahui namun faktor genetik di memiliki peranan yang besar. Apalagi karena kondisi ini sering di temukan dalam satu garis keturunan keluarga.

Lalu selain skoliosis idiopatik juga ada skoliosis kongenital yang di sebabkan oleh kelainan bawaan saat janin masih dalam kandungan. Pada kondisi ini tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan sempurna atau menyatu secara tidak normal sehingga menyebabkan kelengkungan sejak lahir. Skoliosis jenis ini juga biasanya terdeteksi lebih awal di bandingkan jenis lainnya. Bahkan jenis ini di ketahui bisa berkembang lebih cepat seiring pertumbuhan anak. Sehingga penanganan skoliosis kongenital akan memerlukan pemantauan yang ketat dan kemungkinan besar operasi jika kondisi memburuk.

Kemudian penyebab lainnya berasal dari skoliosis neuromuskular yang terjadi akibat gangguan sistem saraf dan otot. Skoliosis ini sering di alami oleh penderita cerebral palsy, distrofi otot, spina bifida atau cedera saraf tulang belakang. Pada jenis ini otot-otot yang mengontrol tulang belakang tidak mampu berfungsi dengan baik sehingga tulang belakang mudah melengkung. Selain itu ada pula skoliosis degeneratif yang terjadi pada orang dewasa. Jenis ini biasanya terjadi akibat penuaan, artritis atau kerusakan pada tulang dan cakram tulang belakang. Nah setelah mengetahui penyebab skoliosis menyadarkan kita bahwa penting untuk memahami semuanya. Terlebih lagi untuk menentukan metode penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut di masa depan.

Olahraga Yang Di Anjurkan Untuk Penderita Skoliosis

Selanjutnya membahas mengenai Olahraga Yang Di Anjurkan Untuk Penderita Skoliosis juga penting karena sebagai salah satu cara penanganannya. Karena penderita skoliosis akan tetap di anjurkan untuk berolahraga asalkan jenis dan intensitasnya sesuai dengan kondisi kelengkungan tulang belakang. Nah beberapa jenis olahraga ringan terbukti sangat bermanfaat untuk menjaga fleksibilitas, kekuatan otot dan memperbaiki postur tubuh. Salah satu olahraga yang paling di anjurkan adalah berenang. Aktivitas ini melibatkan hampir seluruh otot tubuh tanpa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Apalagi gaya renang seperti gaya bebas atau gaya punggung sangat membantu dalam memperkuat otot punggung dan memperbaiki keseimbangan tubuh.

Selain itu olahraga seperti yoga dan pilates juga baik bagi penderita skoliosis karena menekankan pada pernapasan, kelenturan dan keseimbangan tubuh. Karena gerakan yoga tertentu dapat membantu meregangkan otot-otot yang tegang dan memperkuat otot inti yang menopang tulang belakang. Namun sebelum melakukannya di perlukan konsultasi dengan instruktur yang memahami kondisi skoliosis agar tidak melakukan gerakan yang memperburuk kelengkungan tulang. Karena latihan ini juga membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kesadaran tubuh terhadap postur.

Kemudian berjalan kaki dan bersepeda statis juga merupakan olahraga yang aman dan bermanfaat untuk penderita skoliosis ringan hingga sedang. Karena kegiatan ini bisa di lakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kebugaran umum tanpa membebani tulang belakang secara langsung. Jadi meskipun tidak dapat menyembuhkan, dengan latihan yang tepat dan konsisten dapat mengurangi gejala seperti nyeri punggung. Bahkan postur tubuh akan membaik dan kualitas hidup penderita meningkat. Karena itu di sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai program olahraga agar sesuai dengan kondisi masing-masing.

Mengobati Skoliosis Secara Medis

Kemudian mengenai Mengobati Skoliosis Secara Medis tentunya tergantung pada tingkat keparahan kelengkungan tulang belakang dan usia pasien. Karena pada kasus skoliosis ringan biasanya dokter hanya melakukan pemantauan rutin dengan pemeriksaan rontgen untuk melihat apakah kelengkungan bertambah. Nah jika kurva tulang belakang tetap stabil dan tidak memburuk maka perawatan khusus mungkin tidak di perlukan. Sehingga akan cukup hanya dengan latihan fisik dan koreksi postur.

Lalu untuk skoliosis sedang terutama pada anak-anak atau remaja yang masih dalam masa pertumbuhan biasanya dokter dapat merekomendasikan penggunaan brace (penyangga tulang belakang). Alat ini akan di pakai secara rutin untuk mencegah kelengkungan bertambah parah. Karena brace tidak dapat meluruskan tulang belakang sepenuhnya namun efektif dalam menghentikan perkembangan skoliosis. Dan penggunaan alat ini pun harus sesuai petunjuk medis.

Terakhir pada kasus skoliosis berat maka operasi tulang belakang (spinal fusion) mungkin di perlukan. Apalagi jika kurva tulang belakang melebihi 40–50 derajat atau menyebabkan rasa sakit dan gangguan fungsi organ. Prosedur ini akan melibatkan penyatuan beberapa ruas tulang belakang agar tidak bisa melengkung lebih jauh. Operasi ini pun biasanya di lakukan oleh ahli ortopedi dan memerlukan masa pemulihan yang cukup panjang. Jadi setelah prosedur pasien mungkin juga perlu menjalani fisioterapi untuk memperkuat otot dan memulihkan mobilitas. Sekianlah pembahasan kali ini semoga membantu mengenai Penyakit Skoliosis.

Exit mobile version