Tungsten Sebuah Unsur Kimia Memiliki Simbol W Atom 74

Tungsten Sebuah Unsur Kimia Memiliki Simbol W Atom 74

Tungsten Adalah Salah Satu Unsur Kimia Yang Memiliki Simbol W Dan Nomor Atom 74 Dalam Sebuah Tabel Periodik. Nama tungsten berasal dari bahasa Swedia yang berarti batu berat sedangkan nama latinnya Wolfram. Merujuk pada mineral wolframite yang menjadi sumber utama unsur ini. Di kenal sebagai logam dengan titik lebur tertinggi di antara semua unsur yaitu sekitar 3.422°C. Serta memiliki kepadatan yang tinggi dan kekerasan luar biasa. Karena karakteristik uniknya ini menjadi bahan yang sangat penting dalam berbagai aplikasi teknologi dan industri. Terutama yang melibatkan suhu tinggi dan tekanan ekstrim.

Dalam bidang industri banyak di gunakan dalam pembuatan filamen lampu pijar, elektroda las dan komponen roket atau turbin. Sifat tahan panas dan tahan aus membuatnya sangat cocok untuk di gunakan dalam lingkungan ekstrim. Selain itu juga di gunakan dalam pembuatan peluru dan proyektil militer. Karena kekuatannya yang tinggi dan daya tembusnya. Dalam bentuk paduan sering di campur dengan logam lain seperti nikel. Atau besi untuk membuat superalloy yang kuat dan tahan lama. Sementara dalam bidang kimia di gunakan sebagai katalis dan senyawa untuk pelapisan logam.

Selain penggunaannya dalam industri berat Tungsten juga memiliki peranan penting dalam bidang medis dan elektronik. Dalam kedokteran di gunakan sebagai bahan utama dalam pelindung radiasi. Karena sifatnya yang sangat padat dan tidak mudah di tembus sinar-X. Di dunia elektronik di gunakan dalam pembuatan semikonduktor dan microchip karena stabilitas termalnya yang tinggi. Bahkan dalam perhiasan modern tungsten karbida di gunakan sebagai bahan cincin dan aksesori. Karena tampilannya yang elegan dan ketahanannya terhadap goresan. Keunikan sifat-sifat ini menjadikan sebagai salah satu logam paling berharga dan esensial dalam berbagai aspek kehidupan modern.

Awal Penemuan Dari Tungsten

Awal penemuan berawal pada akhir abad ke 18. Ketika para ilmuwan mulai mempelajari mineral berat yang mengandung unsur logam baru. Meskipun nama wolfram sudah di kenal di Eropa karena di gunakan oleh para penambang Jerman. Untuk menyebut mineral yang mengganggu proses peleburan timah unsur ini belum teridentifikasi secara kimia. Pada tahun 1781 seorang kimiawan Swedia bernama Carl Wilhelm Scheele. Menemukan bahwa mineral scheelite mengandung zat asam yang belum di kenal yang kemudian di sebut sebagai asam tungstat. Ia berhasil mengekstrak zat tersebut dari batuan namun belum mampu mengisolasi logam murninya. Penemuan Scheele menjadi langkah awal penting menuju identifikasi unsur tungsten.

Dua tahun setelah penemuan Scheele yaitu pada tahun 1783. Dua bersaudara berkebangsaan Spanyol, Juan Jose dan Fausto Elhuyar berhasil mengisolasi logam tungsten untuk pertama kalinya. Mereka bekerja di Laboratorium Kerajaan di Madrid. Dan menggunakan mineral wolframite sebagai bahan dasar. Dengan memanaskan wolframite bersama karbon. Mereka mampu mereaksikan senyawa tersebut menjadi logam tungsten murni. Awal Penemuan Dari Tungsten ini menandai lahirnya sebagai unsur kimia baru. Dan nama wolfram pun di gunakan di banyak negara Eropa sebagai penghormatan terhadap asal mineralnya. Sementara itu nama tungsten lebih populer di gunakan dalam literatur ilmiah berbahasa Inggris.

Setelah berhasil di isolasi tidak langsung di gunakan secara luas. Karena teknologi pada masa itu belum memungkinkan pemanfaatan penuh dari sifat logam ini. Namun seiring kemajuan industri dan ilmu material. Sifat luar biasa dari tungsten seperti titik lebur yang sangat tinggi. Dan kekerasan ekstrim mulai di manfaatkan secara optimal pada abad ke 20. Terutama dalam pembuatan filamen lampu pijar oleh Thomas Edison dan para ilmuwan lainnya. Sejak saat itu menjadi salah satu logam penting dalam perkembangan teknologi modern. 

Sifat Unsur Kimia Dengan Lambang W Dan Nomor Atom 74

Sifat Unsur Kimia Dengan Lambang W Dan Nomor Atom 74. Menjadikannya salah satu logam paling unik dan berharga di dunia sains dan teknologi. Memiliki titik lebur tertinggi di antara semua unsur yaitu sekitar 3.422°C. Serta titik didih sekitar 5.555°C menjadikannya sangat tahan terhadap panas ekstrem. Selain itu juga memiliki massa jenis yang tinggi yaitu sekitar 19,25 gram/cm³ hampir setara dengan emas. Dengan kekerasan yang luar biasa sangat sulit di proses pada suhu rendah. Tetapi menjadi sangat berguna dalam lingkungan yang menuntut ketahanan terhadap suhu tinggi dan tekanan ekstrim.

Secara fisik dan kimia tungsten termasuk dalam golongan logam transisi. Dan memiliki struktur kristal kubus berpusat badan BCC dalam bentuk padatnya. Logam ini bersifat keras, rapuh saat dingin tetapi dapat di tempa saat di panaskan. Tungsten juga memiliki konduktivitas listrik dan termal yang baik. Membuatnya cocok untuk di gunakan dalam aplikasi elektronik dan kelistrikan. Dari segi reaktivitas tergolong stabil terhadap oksidasi pada suhu kamar. Tetapi akan bereaksi membentuk tungsten oksida WO₃ jika di panaskan dalam udara. Ia juga tahan terhadap sebagian besar asam kecuali asam campuran seperti asam nitrat dan fluorat.

Sifat-sifat luar biasa ini membuat sangat berharga dalam berbagai bidang industri. Contohnya karena tahan panas di gunakan dalam pembuatan filamen lampu pijar, elektroda dan elemen pemanas. Sifat kekerasannya membuat cocok untuk pembuatan mata bor, alat potong logam. Dan senjata militer seperti peluru penetrator. Di bidang medis di gunakan sebagai pelindung radiasi dalam peralatan sinar-X dan terapi kanker. Dengan kombinasi kekuatan, kestabilan dan konduktivitasnya. Unsur kimia tungsten menjadi salah satu elemen terpenting dalam pengembangan teknologi modern.

Kegunaan Dari Tungsten

Kegunaan Dari Tungsten sangat luas dan penting dalam berbagai bidang karena sifat fisiknya yang luar biasa. Dengan titik lebur tinggi, kekerasan ekstrim serta ketahanan terhadap aus dan korosi. Salah satu penggunaan paling terkenal adalah dalam pembuatan filamen lampu pijar. Sebelum lampu LED dan lampu hemat energi populer filamen tungsten di gunakan secara luas. Karena kemampuannya bertahan pada suhu tinggi tanpa meleleh. Selain itu juga di gunakan dalam tabung sinar-X dan peralatan medis lainnya. Karena kemampuannya meredam radiasi berkat kepadatannya yang tinggi.

Dalam bidang industri berat dan manufaktur di gunakan untuk membuat alat potong dan pengeboran. Paduan tungsten carbide WC sangat keras. Dan sering di pakai dalam mata bor, pisau industri serta alat pemotong logam dan batu. Sifat tahan ausnya menjadikan paduan ini ideal untuk pekerjaan yang memerlukan ketahanan tinggi terhadap tekanan dan gesekan. Selain itu juga di gunakan dalam pembuatan elektroda untuk pengelasan listrik. Karena kestabilannya pada suhu tinggi dan konduktivitas listrik yang baik. Di dunia pertahanan di gunakan sebagai material utama dalam proyektil dan peluru penetrator karena densitasnya yang tinggi.

Di luar kegunaan industri dan militer juga di manfaatkan dalam bidang teknologi dan perhiasan. Dalam industri elektronik di gunakan dalam sirkuit terpadu, semikonduktor. Dan komponen elektronik lainnya karena ketahanan termal dan konduktivitas listriknya. Bahkan dalam bidang luar angkasa di gunakan sebagai pelindung panas. Dan komponen struktur yang harus menahan kondisi ekstrim. Berkat keragaman manfaat ini menjadi salah satu logam yang sangat vital terhadap penggunaan Tungsten.