Jet Rafale

Jet Rafale Buatan Prancis Tiba di Indonesia, Cek Spesifikasinya

Jet Rafale Secara Resmi Tiba Ke Indonesia 3 Unit Langkah Besar Dalam Modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AU. Kedatangan ketiga jet canggih ini merupakan gelombang pertama dari total 42 unit Rafale yang di pesan pemerintah Indonesia untuk memperkuat kedaulatan wilayah udara nasional.

Ketiga pesawat tempur itu telah mendarat dan berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, sejak akhir pekan lalu. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pesawat tempur tersebut telah diserahterimakan secara administratif dan teknis dan sudah dapat di operasikan oleh TNI AU.

Kedatangan Jet Rafale merupakan bagian dari kontrak pengadaan 42 unit jet tempur Rafale buatan perusahaan Prancis, Dassault Aviation yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia sejak 2022 dan diperluas dalam beberapa tahap berikutnya. Keseluruhan paket pembelian ini juga mencakup persenjataan dan dukungan pelatihan pilot serta teknisi.

Pengadaan Rafale menjadi bagian dari upaya besar modernisasi kekuatan udara Indonesia di tengah tantangan geopolitik regional serta kebutuhan untuk mengganti armada pesawat tempur yang telah menua seperti berbagai varian F-16 dan Sukhoi yang sebelumnya menjadi tulang punggung TNI AU.

Selain Jet Rafale, Indonesia juga menjajaki pilihan alutsista lain untuk keperluan masa depan di luar angkatan udara. Termasuk kemungkinan kerja sama dengan negara lain untuk pesawat tempur dan drone bersenjata.

Spesifikasi Jet Tempur Rafale

Jet tempur Dassault Rafale merupakan pesawat generasi 4.5 omnirole yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi dalam satu platform. Pesawat ini di kenal memiliki kemampuan fleksibel di medan udara, baik untuk superioritas udara. Kemudian dukungan udara jarak dekat, serangan darat, pengintaian, hingga operasi anti-kapal.

Berikut spesifikasi teknis utama Rafale yang kini memperkuat armada TNI AU:

  • Panjang badan: sekitar 15,30 meter
  • Rentang sayap: sekitar 10,90 meter
  • Tinggi pesawat: sekitar 5,30 meter
  • Bobot maksimum lepas landas (MTOW): sekitar 24,5 ton
  • Mesin: dua mesin Safran M88-2 turbofan, memberikan daya dorong dan manuver tinggi
  • Kecepatan maksimum: sekitar Mach 1,8 (±1.915 kilometer per jam)
  • Ketinggian operasi: hingga sekitar 50.000 kaki (±15.240 meter)
  • Radius/tempur: radius tempur sekitar 1.850 kilometer, dengan daya jelajah hingga 3.700 kilometer dengan tangki bahan bakar tambahan
  • Muatan senjata: Rafale dapat membawa beragam senjata melalui 14 titik gantung, dengan total muatan hingga ±9.500 kilogram.

Sebagai pesawat omnirole, Rafale mendukung integrasi berbagai sistem persenjataan modern seperti rudal udara-ke-udara BVR (Beyond Visual Range), rudal anti-kapal, bom berpemandu presisi, serta sistem peperangan elektronik yang canggih.

Pilihan desain sayap delta-canard dan mesin ganda mencerminkan fokus pada mobilitas tinggi, lincah, serta kemampuan manuver optimal di berbagai profil misi tempur.

Kemampuan Operasional dan Peran di TNI AU

Jet Rafale memiliki kemampuan operasional yang luas dan serbaguna, termasuk kemampuan pengintaian yang kuat, sistem avionik mutakhir. Serta integrasi berbasis data yang membantu pilot mengelola informasi medan tempur secara real-time.

Pengoperasian Rafale juga di lengkapi dengan pelatihan intensif bagi awak pesawat dan teknisi di Prancis sebagai bagian dari paket pengadaan. Bertujuan memastikan kesiapan operasional maksimum setelah tiba di Indonesia.

Dampak terhadap Kekuatan Udara Indonesia

Kedatangan jet tempur Rafale ini dipandang sebagai tonggak penting dalam peningkatan kemampuan pertahanan udara Indonesia. Terutama dalam menjaga kedaulatan wilayah serta merespons berbagai potensi ancaman di wilayah udara nasional.

Dengan datangnya tiga unit awal dan rencana pengiriman bertahap, TNI AU akan memulai fase baru era Rafale di Indonesia. Yang di harapkan memperkuat postur pertahanan sekaligus meningkatkan interoperabilitas dengan alutsista canggih di kawasan.

Walau tiga unit Jet Rafale sudah berada di Indonesia dan siap di operasikan, upacara peresmian resmi kedatangan tersebut oleh Presiden RI Prabowo Subianto di rencanakan akan di laksanakan kemudian, menyesuaikan jadwal resmi Presiden. Selanjutnya, gelombang pengiriman Rafale berikutnya di harapkan tiba secara bertahap sepanjang 2026 dan tahun-tahun setelahnya hingga total pesanan 42 unit terpenuhi.