Bobon Santoso

Bobon Santoso Pensiun YouTube, Jual Akun Harga Fantastis

Bobon Santoso Mengejutkan Publik Dan Para Penggemarnya Setelah Mengumumkan Keputusan Pensiun Dari Platform Youtube Pada Awal Februari 2026. Tidak hanya itu, ia juga menyatakan bahwa ia akan menjual akun YouTube‑nya yang berisi jutaan pelanggan dengan harga mencapai Rp 20 miliar. Langkah ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan kalangan kreator konten digital di Tanah Air.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Bobon Santoso secara terbuka menyampaikan niatnya untuk menarik diri dari dunia YouTube. Yang telah membesarkan namanya selama bertahun‑tahun. Kanal YouTube miliknya, @BobonSantoso, tercatat memiliki sekitar 17,7 juta subscribers angka yang menempatkannya sebagai salah satu kreator konten kuliner terpopuler di Indonesia Bobon Santoso.

Reaksi Publik atas Pengumuman Bobon

Pengumuman tersebut langsung mendapatkan beragam reaksi dari netizen dan penggemar. Banyak yang terkejut dan sulit menerima keputusan Bobon untuk meninggalkan platform yang selama ini menjadi wadah baginya menyebarkan konten kreatif dan sosial. Beberapa pengikutnya bahkan menyuarakan harapan agar ia tetap berkarya:

“Jangan dong Bang Bon, nanti yang nemenin di bulan Ramadan siapa kalo Bang Bon pensiun?” tulis seorang warganet.

“Bang sampai kapan pun tetap jadi chef Nusantara kita,” komentar lain.

Namun di sisi lain, ada juga yang menghormati keputusan Bobon dan berharap rencana penjualan akunnya cepat terealisasi. Bobon sendiri tampak membuka peluang negosiasi harga bagi calon pembeli serius, dengan menyatakan bahwa nominal Rp 20 miliar masih bisa “nego tipis”.

Perjalanan Karier Bobon Santoso di Dunia Digital

Bobon Santoso bukanlah nama baru di jagad konten digital Indonesia. Ia dikenal terutama melalui konten kuliner dengan gaya unik dan aksi memasak dalam porsi besar. Yang sering kali di bagikan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Sejak memulai kanalnya, Bobon mampu menarik perhatian jutaan penonton karena konsepnya yang kreatif dan penuh interaksi sosial.

Menurut sejumlah laporan, Bobon memulai karier YouTube‑nya pada pertengahan 2010‑an setelah menempuh beragam pengalaman lain dalam dunia kuliner dan usaha kecilnya. Kanal YouTube miliknya berkembang pesat setelah kontennya menjadi viral dan di sukai banyak orang. Khususnya yang menyukai konten makanan lokal, budaya kuliner, dan aksi sosial melalui dapur besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bobon juga di kenal karena mengusung misi sosial “Masak Besar” (Kuali Merah Putih). Yakni memasak makanan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada komunitas lokal di berbagai pelosok Indonesia. Program seperti ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Sekaligus memperluas jangkauan pengaruhnya.

Alasan di Balik Keputusan Pensiun

Meskipun pengumuman pensiun dan penjualan akun YouTube tersebut sudah viral. Bobon sendiri belum menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusannya. Dalam unggahan yang sama, ia tidak menyebutkan apakah keputusan tersebut di dorong oleh faktor pribadi, perubahan fokus karier. Atau alasan lain seperti kebutuhan istirahat dari dunia konten yang sangat kompetitif.

Keputusan ini kemudian mengingatkan publik pada momen serupa yang terjadi pada beberapa kreator lain sebelumnya. Seperti figur konten lain yang juga memutuskan berhenti berkarya di platform digital. Momen seperti ini menunjukkan bahwa dukungan mental, tekanan kerja. Dan perubahan prioritas hidup dapat menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan kreator konten.

Dampak Terhadap Industri Konten Digital

Pengumuman Bobon Santoso tidak hanya menjadi berita besar di kalangan fans, tetapi juga memberi dampak bagi industri kreator konten digital Indonesia. Sebagai salah satu kanal kuliner dengan subscriber jutaan, langkah Bobon pensiun dan menjual akunnya membuka diskusi tentang nilai ekonomi kanal YouTube dan bagaimana aset digital kini bisa bernilai tinggi secara finansial.

Nominal Rp 20 miliar yang di tetapkan Bobon mencerminkan bagaimana kanal dengan audiens besar bisa menjadi aset komersial yang bernilai tinggi. Terutama jika di jual kepada individu atau brand yang ingin masuk ke dunia konten kreatif dengan basis pengikut yang telah matang.